Resume Materi BUMIL AYO NGAJI: KHITAN PEREMPUAN, SUNNAH YANG MEMBAWA KEMULIAAN dari Ns.Windi MS.,S.Kep

Khitan berasal dari kata ‘khotana’ yang berarti memotong. Berarti apabila tidak ada yang dipotong maka tidak bisa disebut sebagai khitan.

Khitan permpan dianggap tidak boleh karena menyebabkan adanya perdarahan dan khitan perempuan juga dianggap dapat mampu mengurangi libido pada perempuan, padahal khitan perempuan sendiri dapat membawa kemulian pada wanita.

Syarat khitan/ sunat bukan berarti dari kata sunnah yang artinya jika dilakukan akan mendapat pahala, sunat disini melainkan sebagai millah atau jalan atau cara Ibrahim dengan apa yang dicontohkan Allah SWT melalui kitabnya, kisah-kisah nabi-nabi pendahulu. Tindakan khitan ini melihat contoh dari nabi Ibrahim AS, nabi Ibrahim adalah orang yang pertama kali dikhitan.

Pada laki-laki khitan terasa lebih bersih dan suci karena ketika kulup laki-laki dibuang, sumbatan-sumbatan/najis di dalam kulup bisa terbuang karena kulupnya dibuang. Di dalam kulup itu terdapat sumbatan-sumbatan/najis/ sisa kencing yang masih tertampung di kulup sehingga ketika kulup sudah dibuang tidak ada lagi yang menghambat keluarnya kencing, sedangkan ketika kulup belum dibuang maka najis/sisa kencing tersebut masih menempel di kulup sehingga kita dalam kondisi tidak suci.

Secara istilah khitan merupakan memotong kulit bagian yang menutupi organ kemauan yang berbentuk seperti jengger ayam(pada wanita) dan kulup/ kepala penis (pada laki-laki. Konsep  khitan perempuan dan laki-laki sebetulnya sama saja yaitu memotong/menggunting kuliat kemaluan bagian atas yang mirip seperti jengger ayam. Untuk wanita, yang dipotong seperti jengger ayam tersebut dapat dibuang atau hanya dibuka agar bagia tersebut terbuka.

Hukum khitan wanita

  • “Lima hal yang termasuk fitrah yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur kumis” (HR. Bukhori)
  • “Apabila engkau mengkhitan wanita, potonglah sedikit, dan jangan berlebihan, karena itu bisa membuat wajah ceria dan lebih disenangi oleh suami” (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Kontroversi khitan

  • Pandangan yang salah tentang khitan wanita
  • Dianggap sebagai genital mutilation
  • Dianggap melanggar hak asasi manusia (HAM) wanita
  • Dianggap berbahaya bisa menyebabkan perdarahan
  • Khitan dilarang di Indonesia

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja